Senin , Agustus 20 2018
Home / Uncategorized / Lengan Robot Mungkin Percepat Deteksi Kanker

Lengan Robot Mungkin Percepat Deteksi Kanker

Lengan robot untuk pemeriksaan kanker payudara.

Selain jenis kanker kulit tertentu, kanker payudara adalah bentuk kanker yang paling umum diderita perempuan di Amerika dan seluruh dunia, demikian menurut Organisasi Kesehatan Sedunia WHO. Kini para peneliti di Eropa telah membuat satu piranti robot yang mungkin dapat mempercepat deteksi tumor kanker dan berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa.

Lengan robot ini dapat merevolusi pemeriksaan kanker payudara.

Tim peneliti di Eropa sedang mengembangkan alat biopsi otomatis yang dapat mendiagnosa penyakit itu lebih dini. Proyek penelitian mereka – yang disebut MURAB – menggabungkan data dari pencitraan resonansi magnetik sensitif MRI dengan kecepatan pemindaian ultrasound real-time. Francoise Siepel, koordinator proyek MURAB mengatakan, “Anda mendapat manfaat dari kedua piranti jika menggabungkan data-datanya. Pada tahap pertama, kita menggabungkan dan kemudian meningkatkan lokalisasi berdasarkan pemodelan karena jaringannya berubah bentuk.”

Mengingat jaringan payudara berubah bentuk ketika pemindai ultrasound bergerak di atasnya, para peneliti mengatakan menemukan tumor dapat menjadi tantangan.

Pemeriksaan ultrasound menemuka tumor secara real-time dan menempatkan pemegang jarum biopsi tepat di atasnya. Seorang ahli radiologi kemudian dapat memasukkan jarum secara manual, sementara lengan robot membuatnya menjadi sejajar.

Tim peneliti mengatakan teknik inovatif ini memproses data dari alat pemindai untuk membangun model tiga dimensi virtual bagian tubuh yang diperiksa, yang berarti tumor kecil yang tidak terlihat dalam teknik pencitraan ultrasound konvensional, kini dapat disasar.

Para peneliti percaya bahwa penargetan tumor yang sangat cepat dapat mendorong deteksi dan perawatan kanker payudara yang lebih dini dan lebih cepat.

“Tujuannya adalah dalam empat jam sudah ada alur kerja klinis yang menyeluruh sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk benar-benar mengkonfirmasi suatu diagnosa, dan kami secara langsung mengambil contoh jaringan dengan lengan robot yang memiliki presisi lebih tinggi dibanding biopsi manual,” jelas Siepel.

Tim itu berharap teknologi ini dapat mengurangi kematian akibat kanker payudara dan membantu mendiagnosa jenis kanker lain dimana dibutuhkan contoh jaringannya.

Mereka berencana memulai uji klinis dengan menggunakan sekelompok kecil subyek untuk diuji tahun depan. [em/al] (www.voaindonesia.com)

Check Also

Penemu HIV Yakin Malawi Bisa Berantas Virus AIDS

BLANTYRE, MALAWI —  Tahun ini menandai peringatan ke-35 ditemukannya HIV, virus penyebab AIDS. Ketika berkunjung …

Powered by themekiller.com